Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mengungkap Rahasia Dibalik Candi Dan Piramida Di Indonesia

Sejarah memang penuh dengan misteri. Banyak orang menganggap jika sejarah itu telah final, statis, dan sama sekali tidak dinamis, tidak hidup. Anggapan ini tentu saja tidak benar. Sejarah itu hidup dan terus berkembang dengan bukti-bukti baru. Bukti-bukti termutakhir tentang sejarah masa lalu terus bermunculan di masa sekarang. Berbagai situs, candi, fosil, dan sebagainya terus bermunculan ke permukaan kehidupan kita kini. Kita bahkan tidak tahu bukti-bukti apa lagi yang esok akan terus bermunculan, sehingga kita hari ini harus terus merekonstruksi sejarah itu sendiri, harus terus mendesain ulang sejarah kita di masa lalu.

Entah sampai kapan hal ini terus ada dan semuanya merupakan modal penting bagi kehidupan umat manusia di masa depan.Kita saat ini merasa jika manusia sekarang telah mencapai puncak peradaban, puncak ilmu pengetahuan, dan puncak kejayaan teknologi. Namun tahukah Anda jika hal itu hanyalah pengulangan dari sejarah masa silam.
Kaum Aad dan Tsamud dahulu kala telah memiliki kemampuan untuk membangun gedung-gedung pencakar langit dan mengubah gunung baru menjadi istana. Sisa-sisa kejayaan mereka sampai hari ini masih bisa disaksikan siapa pun di Lembah Petra, Yordania.   
Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. Al A’raaf, 7: 74)
Lalu Hiram, sang arsitek Kerajaan Nabi Sulaiman, telah begitu mahir membangun dan mengkonstruksi sebuah istana megah di mana lantainya terlihat bagaikan permukaan air yang sangat jernih hingga membuat Ratu Bilqis terperdaya.
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya”. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.” Berkatalah Balqis, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.”(QS An Naml 44)
Kita sampai hari ini masih saja terheran-heran, bagaimana manusia-manusia dahulu bisa membangun candi seindah dan semegah Borobudur, bagaimana mereka bisa mengangkat dan memindahkan bebatuan besar guna menyusun Stonehedge, membangun situs-situs raksasa di Pulau Paskah, membuat garis Nazca di Pegunungan Peru, dan lain sebagainya.
Manusia sekarang juga masih bertanya-tanya mengapa di lahan bekas pertempuran besar antara kaum Pandawa melawan Kurawa di Padang Khurusetra, yang sekarang menjadi gurun di Mahendjo Daro, terdapat sisa radiasi nuklir. Apakah Bharatayudha itu merupakan perang modern sehingga dipergunakan senjata berbahan nuklir?  
Dan yang paling menarik, tentu saja, kisah kegemilangan nenek moyang kita yang dahulu kala, beribu tahun sebelumnya, telah menghuni apa yang sekarang disebut sebagai Nusantara. Sejarah Nusantara masih teramat banyak yang belum tergali dengan sempurna. Masih teramat banyak misteri yang melingkupinya. Beberapa di antaranya akan dipaparkan di sini.
Bangunan Candi dan Piramida
Indonesia atau Nusantara dahulu kala, puluhan ribu tahun silam, adalah Atlantis. Banyak pihak yang mencemoohkan hal ini, termasuk sebagian orang Indonesia sendiri. Mereka menyatakan jika hal itu hanya sebagai pseudoscientism, ilmu ilmiah jadi-jadian. Lantas siapakah orang yang berani dengan tegas menyatakan Indonesia sekarang adalah Atlantis di zaman dahulu?
Adalah Profesor Arysio Santos des Nunes. Dia Pakar Fisika Nuklir dari Brasil yang menjadi pengajar di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Amerika dan pernah menjadi anggota Dewan Nuklir Dunia di Swiss. Selama tigapuluhan tahun, Santos meneliti Timoeus dan Critias, dua manuskrip tertua karya Plato yang menyinggung keberadaan Atlantis. Hasilnya sungguh mengguncang dunia. Santos dengan sangat yakin menegaskan jika Nusantara merupakan sisa-sisa Atlantis di masa lalu. Tentang Santos dan Atlantisnya bisa dibaca di Eramuslim Digest edisi 11. Demikian juga dengan ulasan dari Profesor Oppenheimer yang menyatakan jika Sunda Land merupakan asal muasal pusat peradaban dunia.
Tentang Santos dan Oppenheimer, kini artikelnya sudah bisa kita baca di mana-mana. Bahkan buku hasil penelitiannya pun sudah diindonesiakan dan dengan mudah bisa diperoleh di berbagai toko buku. Lepas dari keduanya, ada sejumlah temuan unik dan misterius yang berbeda pada bangunan candi dan piramida yang ada di Nusantara, namun memperkuat temuan Santos dan Oppenheimer, terkait dengan Nusantara sebagai pusat peradaban dunia.
Candi Cetho, Sukuh, dan Penataran
Cetho dalam bahasa Jawa berarti “Nyata”. Candi Cetho terletak di kaki Gunung Lawu, di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Dilihat dari bentuknya, Candi Cetho berbeda dengan candi-candi lain yang ada di Nusantara. Cetho bentuknya menyerupai piramida, mirip dengan candi-candi yang ada di peradaban bangsa Inca dan Suku Maya di Amerika Latin.
Menurut perhitungan sejumlah arkeolog, Cetho dibangun pada akhir zaman Majapahit, di kala kekuasaan Prabu Brawijaya ke V. Namun melihat bentuk fisik dari Cetho, anggapan itu sepertinya kurang tepat. Candi-candi yang dibangun di era akhir Majapahit biasanya terbuat dari batu bata merah, bukan batu kali seperti halnya Cetho. Lalu relief-relief yang ada pada candi-candi Majapahit di era yang sama biasanya detil dan rapih, sedangkan Cetho tidak. Relief-relief di candi Cetho, pemahatannya terlihat sangat sederhana. Ini semua mengindikasikan jika candi Cetho diduga kuat lebih tua usianya ketimbang Kerajaan Majapahit itu sendiri.    
Belum lagi bentuk dan rupa aneka patung yang ada di candi Cetho yang sama sekali tidak menggambarkan manusia Jawa yang ada pada zamannya. Namun patung-patung tersebut lebih mirip dengan orang-orang Sumerian yang berasal dari abad ke 3.000 SM.

sumber : eramuslim.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang Pernah Terjadi Di Bulan Juni

  • 1959
    '3.000 lembar surat dikirimkan dengan menggunakan misil yang ditembakkan dari kapal selam angkatan laut AS untuk memberikan layanan pengiriman surat secepat kilat.'
  • 1974
    'Penggunaan barcode scan pertama kali di supermarket di wilayah Troy, Ohio, disematkan pada produk permen karet.'
  • 1849
    'Kelahiran penemu mobil uap, si kembar Francis dan Freelan Stanley.'
  • 1890
    'Badan sensus AS menggunakan mesin tabulasi untuk pertama kalinya.'
  • 1489
    'Langkah maju di dunia kesehatan gigi. Kerajaan China memperkenalkan teknologi sikat gigi untuk pertama kalinya, serangkaian bulu yang diikatkan ke sebuah tulang atau bambu'
  • 1884
    'Roller coaster pertama di dunia yang dibangun di wilayah Coney Island, New York untuk tujuan hiburan, menjadi inspirasi pembangunan roller coaster lainnya di seluruh dunia.'

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tahanlah Amarah

Mengendalikan amarah memang tidak mudah. Dan, hanya orang-orang tertentu yang bisa menahan dan mengendalikan kemarahannya. Amarah ada di dalam diri manusia. Amarah adalah motivasi atau energi yang mendorong dan menggerakkan seseorang untuk berbuat. Alangkah baiknya bila amarah itu diarahkan untuk menopang kinerja dan kreativitas hidup, sehingga menjadi lebih dinamis.

Banyak kerugian yang akan didapatkan ketika seseorang sedang emosi dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Pekerjaan bisa menjadi terbengkalai dan rekan sejawat pun bisa kena marah pula. Akibatnya, persoalan kecil bisa menjadi besar.

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS al-Anbiya [21]: 87).

Rasulullah SAW bersabda, Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW; 'Nasihatilah saya!' Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah kamu marah!' Orang itu berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah SAW, tetapi Rasul tetap menjawabnya dengan, 'Janganlah kamu marah'." (HR Bukhari).

Dari hadis di atas, tampak jelas bahwa Rasulullah SAW memerintahkan manusia untuk senantiasa menahan marahnya ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Sebab, akan banyak kerugian yang akan diterima, manakala kita tidak mampu menahan amarah.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat seseorang yang mabuk. Ketika ia ditangkap untuk dihukum dera, tiba-tiba ia dimaki oleh orang yang mabuk tersebut. Khalifah Umar tidak jadi melaksanakan hukum deranya. Melihat Khalifah Umar seperti  itu, para sahabat bertanya, "Ya amirul mukminin, mengapa setelah ia memaki Anda tiba-tiba Anda meninggalkan dia?" Khalifah menjawab, "Itu karena ia membuat aku jengkel. Kalau aku menghukumnya, mungkin karena aku marah kepadanya, bukan karena ia melanggar hukum Allah, dan aku tidak suka memukul seseorang hanya karena membela diriku sendiri."

Sangat tipis dan susah untuk membedakan antara menghukum karena Allah SWT dan menghukum karena amarah. Karena bagaimanapun, ketika kita menghukum, amarah akan menyertai bentuk hukuman yang kita berikan. Tidak seperti yang menimpa Khalifah Umar yang tidak bisa meneruskan eksekusi, karena takut berbuat salah dengan tidak tulus menghukum orang yang berbuat salah.

Hal yang sama juga pernah dialami Sayyidina Ali ra yang tidak jadi membunuh ketika sedang berada di medan perang lantaran ia telah diludahi oleh musuh yang sudah tak berdaya. Ali RA khawatir kalau membunuh musuhnya tersebut, bukan semata-mata karena menegakkan agama Allah, melainkan akibat dorongan nafsu dan emosi.

Dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyak kita temukan perselisihan di antara manusia. Bahkan, hampir semua manusia akan mudah terpancing emosinya, hingga kemudian meledaklah kemarahannya.

sumber : republika.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teknologi terbaru ponsel dapat mendeteksi kanker

         Para peneliti yang berbasis di Amerika Serikat tengah mengembangkan suatu teknologi ponsel pintar yang dapat mendeteksi sel kanker. Tingkat akurasi sistem berbasis ponsel ini sudah hampir mencapai 100 persen dalam mendeteksi perbedaan tumor jinak dan ganas.
          Laporan dalam Science Translational Medicine menunjukkan hasil diagnosis 100 persen akurat saat meneliti 20 pasien lain yang diperiksa. Sebagai perbandingan, tes patologi standar pada sampel serupa hanya mencapai tingkat akurasi antara 74 dan 84 persen.
          Ponsel tersebut bisa mengubah perawatan kanker dan mempermudah dokter melacak penyakitnya, sekaligus mengukur tingkat pengobatan yang akan diberikan kepada pasien untuk melawan penyakit degeneratif itu.
          Perangkat yang dikembangkan di Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat, ini terdiri dari perangkat kecil yang melalui ponsel pintar akan mendeteksi benjolan yang sering dikhawatirkan sebagai kanker. Perangkat ini terhubung ke mesin MRI yang berukuran mini pula.
Ralph Weissleder-lah ilmuwan asal Massachusetts General Hospital mengembangkan mesin yang disebut nuclear magnetic resonance (NMR), yang memungkinkan pengidentifikasian terhadap senyawa kimia dengan mengetahui reaksi mereka di medan magnet.
          Peneliti lalu mengambil sampel sel dari benjolan mencurigakan yang terdapat di tubuh pasien, cukup dengan jarum tipis. Lalu magnet pada mesin genggam MRI itu merangsang molekul di dalam sampel sel. Semakin banyak molekul-molekul bergetar, ada kemungkinan bahwa itu adalah sel-sel kanker. Dalam jangka satu jam saja dapat diketahui apakah benjolan mencurigakan di tubuh pasien merupakan kanker yang berbahaya atau jinak.
          Tes kanker konvensional dilakukan oleh ahli ontologi. Langkahnya adalah dengan mengambil beberapa sel dari benjolan menggunakan jarum besar untuk kemudian dianalisis di laboratorium.Biasanya tes laboratorium semacam ini tidak memberikan kepastian dan tidak cukup efektif karena makan waktu berhari-hari.

sumber : kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Abstraksi Penulisan Ilmiah " Fan Sirkulasi Interface Berbasiskan IC L293D "

ABSTRAKSI
Ridwansyah.22108218
Fan Sirkulasi Interface Berbasiskan IC L293D
PI.Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Universitas Gunadarma. 2011
Kata Kunci :Fan, LPT Port, Pengendali Motor, Delphi,IC L293D.
(vi + 26 + Lampiran)

      Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat suatu alat yang dapat mengendalikan kipas dalam bentuk Fan Sirkulasi Interface Berbasiskan IC L293D.
          Fan yang dikendalikan sebuah komputer PC dengan menggunakan interfacing Port Pararel atau LPT port. Fan yang digunakan sebanyak dua buah yang dirangkai dengan IC L293D dan regulator. Pengembangan rangkaian ini dapat digunakan sebagai alat sirkulasi udara. Program yang digunakan dalam pengembangan alat ini menggunakan bahasa pemograman delphi. Melalui program ini pula fan dapat berputar atau bergerak kedua arah.
          Dari Pengendalian yang digunakan untuk interfacing pemograman dimana DB25 yang digunakan yang terdiri dari 25 pin. Pin 2,3,4,5 dan pin 18-25 yang digunakan dalam menghubungkan ke IC L293D sehingga bisa dikatakan IC ini hanya merupakan driver motor dalam hal ini digunakan untuk pengendalian 2 motor DC.
          Motor DC 1 akan berputar kebalikan arah jarum jam jika pin 2 dan pin 7 diberi logic 0, dan sebaliknya jika diberi logic 1 maka akan berputar searah jarum jam. Begitu pula untuk Motor DC 2.



Daftar Pustaka (2009-2010)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resensi Buku

Details

Judul          : Bumi Cinta ( Sebuah Novel Pembangun Jiwa )
Penulis       : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit     : Author Publishing
Cetakan     : 1,2010
Tipe           : Soft Cover
Tebal         : 546 halaman
Dimensi     : 13 (cm) x 20.5 (cm)

Bumi Cinta sebuah novel yang humanis, cerdas, mengharukan, dan memuat nilai-nilai universal 

      Keimanan merupakan sebuah benteng yang paling kokoh yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Hal inilah yang sedang ditampilkan oleh penulis novel melalui seorang karakter yang teguh pendiriannya. Dalam novel ini dikisahkan seorang santri salaf asal Indonesia bernama Muhammad Ayyas yang harus datang ke Rusia untuk melakukan riset tentang tesisnya selama beberapa waktu.  Di Rusia Muhammad Ayyas harus tinggal berdampingan dengan lingkungan yang menjunjung tinggi seks bebas. Berbagai cobaan keimanan harus dilalui Muhammad Ayyas selama tinggal disana, mulai dari godaan wanita-wanita cantik Rusia, upaya pemfitnahan kepada dirinya, dan lain-lain. Tetapi berkat kegigihan,bekal ilmu pengetahuan yang cukup, serta keteguhan hati dan imannya kepada Allah  ia dapat melalui itu semua.   
        Kelebihan dari buku ini adalah kita dapat terbawa kedalam suasana di novel ini.Penulis novel menggambarkan dengan sangat detil isi dalam novel ini.Kekurangan dari buku ini hanyalah pada saat akhir cerita yang sepertinya memang dibuat menggantung oleh penulis dan membuat pembaca sangat penasaran.
        Novel ini sangat membangun jiwa dan memotivasi kita agar selalu terus beribadah, bertawakal dan berdoa kepada Allah agar diberikan perlindungan dalam menjalankan segala urusan.



  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengkritik Karikatur Berdasarkan Penalaran



             Dari karikatur diatas kita dapat mengetahui bahwa ada seorang yang baru saja ingin melamar pekerjaan tetapi sudah di iming-imingi untuk melakukan korupsi. Orang tersebut kemudian menolak ajakan korupsi tersebut. Dari gambar karikatur tersebut bisa kita lihat, yang menggoda pelamar pekerjaan untuk  melakukan korupsi mulai dari pejabat-pejabat hingga syetan-syetan yang berada disekeliling pejabat.  
              Korupsi memang merupakan sebuah tindakan kejahatan yang sangat terorganisir. Apalagi untuk orang yang baru saja mendapatkan pekerjaan, godaan untuk melakukan korupsi dari atasan atau lingkungan pekerjaaan sangat besar. Budaya korupsi di Indonesia sudah sangat mendarah daging didalam setiap lini sektor pekerjaan.
Solusi yang mungkin dapat dilakukan adalah     :
  • Membiasakan sikap jujur kepada setiap orang, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
  • Menjalankan hukuman yang tegas kepada orang-orang yang melakukan korupsi, tidak pandang bulu walaupun orang tersebut pejabat penting.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS